Tingkatkan Ketakwaan jeung Silaturahmi, PWS Sumut Gelar Pengajian Rutin Bulanan

MEDAN, pwssumut.org – Paguyuban Wargi Sunda Sumatera Utara (PWS Sumut) kembali ngalaksanakeun kegiatan pengajian rutin bulanan yang berlangsung khidmat pada hari ini. Kegiatan yang menjadi wadah untuk ngaraketkeun tali silaturahmi sekaligus mempertebal keimanan masyarakat perantauan asal tatar Sunda di Sumatera Utara ini, dilaksanakan di bumina (kediaman) Kang Ramdan Waluyo. Acara yang penuh berkah ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWS Sumut, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., Dewan Pengawas PWS Sumut, Kang Sarmad, M.Tr. Par., serta puluhan wargi Sunda yang tersebar di wilayah Sumatera Utara.

Sebagai shahibul bait (tuan rumah), Kang Ramdan Waluyo dalam sambutannya ngadugikeun rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para pengurus dan anggota di kediamannya. Beliau berharap agar rumahnya bisa membawa berkah tersendera dan kenyamanan bagi seluruh jamaah yang hadir untuk tholabul ilmi. Menanggapi hal tersebut, Dewan Pengawas PWS Sumut, Kang Sarmad, M.Tr. Par., turut memberikan apresiasi tinggi kepada tuan rumah yang telah memfasilitasi tempat, serta berharap agar nilai-nilai kebersamaan ini terus membawa maslahat bagi organisasi dan masyarakat luas.

Memasuki acara inti, Ustadz Tanwil Bahri Lubis, Lc., menyampaikan tausiah mendalam mengenai hakikat kehidupan seorang mukmin. Beliau mengawali ceramahnya dengan mengingatkan jamaah agar senantiasa bersabar atas ujian fisik maupun batin, karena rasa sakit yang dialami oleh orang yang beriman sejatinya merupakan cara Allah SWT untuk ngagugurkeun dosa-dosa terdahulu. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga prasangka baik kepada Sang Pencipta melalui Hadits Qudsi, di mana Allah SWT menegaskan bahwa Sikap-Nya senantiasa mengikuti bagaimana prasangka hamba-Nya. Ku kituna, kita wajib selalu husnuzan kepada Allah dalam keadaan apa pun.

Lebih lanjut, Ustadz Tanwil mengupas tentang pentingnya bershalawat. Beliau mengingatkan sabda Nabi bahwa manusia yang paling pelit di dunia adalah mereka yang ketika mendengar nama Rasulullah disebut, namun teu kersa atau enggan memanjatkan shalawat. Padahal, Rasulullah SAW senantiasa merindukan dan menunggu umat yang dicintainya untuk bersama-sama masuk ke dalam surga kelak, asalkan umat tersebut benar-benar menjaga ketakwaannya. Ustadz Tanwil juga menegaskan betapa luasnya ampunan Allah SWT bagi segala dosa, kecuali satu dosa besar yang tidak akan diampuni jika dibawa mati, yaitu dosa syirik atau menyekutukan-Nya.

Di akhir tausiahnya, Ustadz Tanwil memberikan peringatan keras mengenai pentingnya menjaga niat dalam beramal. Beliau menjelaskan bahwa barangsiapa yang beramal di dunia hanya demi mengejar kemaslahatan dunya semata, maka ia hanya akan mendapatkan bagian dunianya saja tanpa bernilai pahala untuk akhirat. Menutup ceramahnya, beliau menegaskan hukum Islam yang mendasar, yaitu haram hukumnya bersumpah atas nama makhluk Allah, serta tidak boleh ada ketundukan atau ketaatan sedikit pun kepada makhluk jika hal itu mengharuskan kita bermaksiat kepada Allah SWT.

images-2024-01-18T140025.287
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85
kuliner-sunda
Penampilan Etnis Sunda 2